Kamis, 15 November 2012



MANUSIA DAN KEADILAN


A. Pengertian keadilan
Keadilan adalah keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewajiban.
Keadilan tercipta bilamana setiap warga sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Agar menjadi homohumanus manusia yang berbudaya mausiawi dan lembut perlu memahami dan menghayati konsep keadilan.
B. Macam – macam keadilan
Menurut sumbernya:
1. Keadilan individual, adalah keadilan yang bergantung pada kehendak baik atau kehendak buruk masing masing individu
2. Keadilan sosial, adalah keadilan yang pelaksanaannya bergantung pada struktur struktur
Itu terdapat dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan ideologi
Menurut jenisnya:
1. Keadilan legal ( keadilan moral)
Terwujud bila setiap anggota dalam masyarakat melakukan fungsi dengan baik menurut kemampuannya atau keadilan terwujud apabila setiap orang melakasanakan pekerjaannya menurut sifat dasarnya yang paling cocok.
2. Keadilan distributif
Terwujud apabila hal hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal hal yag tidak sama secara tidak sama.
Contoh: sistem penggajian atau upah
3. Keadilan kumulatif
Terwujud apabila tindakannya tidak bercorak ekstrim sehingga merusak atau menghancurkan pertalian didalam masyarakat sehingga masyarakat menjadi tidak tertib.
C. Ciri ciri nilai keadilan

1. Tidak memihak
2. Sama hak
3. Sah menurut hukum
4. Layak dan wajar
5. Benar secara moral
Bila keadilan dijunjung dalam masyarakat maka akan tercipta iklim kehidupan yang tentram, harmonis dan sejahtera.

 Dengan keadilan maka:
1. Kesadaran adanya hak yang sama bagi setiap warga negara
2. Adanya kewajiba yang sama
3. Hak dan kewajiban untuk menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran
 Akibat ketidakadilan
1. Kehancuran bagi dirinya, keluarganya, perusahaan, masyarakat dan bangsa
2. Terciptanya kezaliman
• Keadaan yang tidak lagi menghargai dan menghormati hak hak orang
• Sewenang wenang merampas hak orang lain demi keserakahan dan kepuasan nafsu
 Bagaiman agar tercipta keadilan atau bersifat adil
1. Adannya tekad bahwa hanya dengan keadilan hidup akan berkah
2. Berlaku adil pada siapapun hidup akan sukses
3. Menjadikan keadilan sebagi kunci kebahagiaan, keselarasan, kesuksesan dan kemuliaan dalam kehidupan
 Adil merupakan ciri ciri seseorang yang taqwa kepada Allah
1. Mulia dihadapan allah
2. Akhlaq dan kebiasaan baik
( Qs Al’Maidah : 5-8)
 Bagaimana adil terhadap Allah:
menyadari
1. Kita ciptaan Allah
2. Kita milik Allah
3. Segalanya titipan allah
Maka imbangi dengan : beribadah dengan benar dan jangan jadi hamba apa dan siapapun kecuali hamba Allah
 Bagaimana adil terhadap diri sendiri:
1. Perlakuan diri kita adil ( kebutuhan jasmani dan rohani bersih dari penyakit hati : sombong, bangga diri, ingin dipuji dan dengki)
2. Ibadah yang tulus dan istiqomah
3. Jaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat, maka hidup akan terasa tentram
 Bagaiman adil terhadap orangtua:
Jadilah anak sholeh, berbakti dan balas budi

http://yuniagustinabiologi2a.blogspot.com


Makna Kejujuran

Adaptasi oleh Zulkifli Bakar (Tulisan asal : Achmad Satori Ismail) “Menilai Sebuah Kejujuran”
KEJUJURAN adalah tanda bukti keimanan. Orang mukmin pasti jujur. Kalau tidak jujur, keimanannya sedang diserang penyakit munafik. Suatu ketika seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah mungkin seorang mukmin itu kedekut?”
Baginda menjawab: “Mungkin saja.” Sahabat bertanya lagi: “Apakah mungkin seorang mukmin bersifat pengecut?” Rasulullah SAW menjawab: “Mungkin saja.” Sahabat bertanya lagi: “Apakah mungkin seorang mukmin berdusta?” Rasulullah SAW menjawab: “Tidak.” (HR Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa’)
Apa yang boleh dipelajari daripada hadis ini ialah seorang mukmin tidak mungkin melakukan pembohongan. Kejujuran adalah pangkal semua perbuatan baik manusia. Tidak ada perbuatan dan ucapan baik kecuali kejujuran. Oleh sebab itu, Allah menyuruh orang-orang mukmin agar selalu berkata benar dan berlaku jujur. Ini diperintah oleh Allah melalui firman-Nya yang bermaksud:
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang jujur dan benar. (al-Ahzab: 70)
Rasulullah SAW bersabda:
“Kamu semua wajib bersikap jujur kerana kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada syurga”. (HR Ahmad, Muslim, at-Tirmizi, Ibnu Hibban)
Kejujuranlah yang menjadikan Ka’b bin Malik mendapat keampunan langsung dari langit sebagaimana Allah jelaskan dalam surah at-Taubah. Kejujuranlah yang menyelamatkan bahtera kebahagiaan keluarga dan kejujuran pulalah yang menyelamatkan seorang Muslim daripada seksa api neraka di kemudian hari. Kejujuran adalah tiang agama, sendi akhlak, dan pokok kemanusiaan manusia. Tanpa kejujuran, agama tidak lengkap, akhlak tidak sempurna, dan seorang manusia tidak sempurna menjadi manusia.
Di sinilah pentingnya kejujuran bagi kehidupan. Rasulullah SAW bersabda:
“Tetap berpegang eratlah pada kejujuran. Walau kamu seakan-akan melihat kehancuran dalam berpegang teguh pada kejujuran, tapi yakinlah bahwa di dalam kejujuran itu terdapat keselamatan.” (HR Abu Dunya)
Ada tiga tingkatan kejujuran :
Pertama, kejujuran dalam ucapan, iaitu kesesuaian ucapan dengan realiti.
Kedua, kejujuran dalam perbuatan, iaitu kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.
Ketiga, kejujuran dalam niat, iaitu kejujuran tertinggi di mana ucapan dan perbuatan semuanya hanya untuk Allah.
Seorang mukmin tidak cukup hanya jujur dalam ucapan dan perbuatan, tapi harus jujur dalam niat sehingga semua ucapan, perbuatan, tindakan dan keputusan harus berlandaskan mencari keredaan Allah.
Jelaslah kejujuran memainkan peranan penting dalam kehidupan seorang Islam yang ingin mencari kebahagiaan di dunia dan akhirat. Seorang yang jujur tidak akan bermain kata-kata apabila berhadapan dengan sesuatu perkara. Jika dia berada di pihak yang benar sudah pasti dia tidak akan takut untuk menzahirkan kejujuran atas keyakinan bahawa kebenaran pasti mengalahkan kebatilan.
Kejujuran inilah yang mendorong Umar Ibnul-Khattab memiliki tanggung jawab luar biasa dalam memerintah khilafah Islamiyah sehingga pernah berkata, “Seandainya ada seekor keledai terperosok di Baghdad (padahal beliau berada di Madinah), pasti Umar akan ditanya kelak: “Mengapa tidak kau ratakan jalan untuknya?”
Bangsa yang tak henti-hentinya diterpa musibah dan krisis sangat memerlukan manusia-manusia jujur, baik dalam ucapan, perbuatan, maupun niat.

PENGERTIAN KEBENARAN

Kebenaran adalah kenyataan yang benar-benar terjadi. Pernyatan ini pasti, dan tidak dapat dipungkiri lagi. Kita manusia selalu ingin tahu kebenaran, karena hanya kebenaranlah yang bisa memuaskan rasa ingin tahu kita, dengan kata lain  tujuan pengetahuan ialah mengetahui kebenaran. Tujuan ilmu juga mencapai kebenaran, dengan kata lain, dalam ilmu kita manusia  ingin memperoleh pengetahuann yang benar, karena ilmu merupakan pengetahuan yang sistematis, maka pengetahuan yang diituju ilmu adalah pengetahuan ilmiah.
Kita manusia bukan hanya sekedar ingin tahu, tetapi ingin mengetahu kebenaran. Kita juga selalu ingin memiliki pengetahuan yang benar. Kebenaran ialah persesuaian antara pengetahuan dan obyeknya. Pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang sesuai dengan obyeknya.

JENIS-JENIS KEBENARAN

1.    Kebenaran Individual
Kebenaran Individual ini merupakan kebenaran yang di ikuti manusia berdasarkan pendapat sendiri.

2.    Kebenaran Objektif
 Kebenaran Objektif merupakan kebenaran yang biasanya bersumberdari ajaran leluhur  yang  diwariskan secara turun temurun dan sudah mendarah daging dalam masyarakat.

             3.      Kebenaran Hakiki
       Kebenaran yang sifatnya mutlak, pasti dan tidak akan pernah mengalami perubahan, tentunya kebenaran ini bukan dari manusia, tetapi kebanaran inidatangnya dari Sang Pencipta, sebab itu jangan sekali-kali kita meragukannya.

sumber : http://juprimalino.blogspot.com

Pengertian Kecurangan


Menurut Kamus Bahasa Indonesia karangan WJS Purwadarminta, kecurangan berarti tidak jujur, tidak lurus hati, tidak adil dan keculasan (Karni, 2000:49). Didalam buku Black’s Law Dictionary yang dikutip oleh Tunggal (2001:2) dijelaskan satu definisi hukum dari kecurangan, yaitu berbagai macam alat yang dengan lihai dipakai dan dipergunakan oleh seseorang untuk mendapatkan keuntungan terhadap orang lain, dengan cara bujukan palsu atau dengan menutupi kebenaran, dan meliputi semua cara-cara mendadak, tipu daya (trick), kelicikan (cunning), mengelabui (dissembling), dan setiap cara tidak jujur, sehingga pihak orang lain bisa ditipu, dicurangi atau ditipu (cheated).
Menurut Kamus Bahasa Indonesia karangan WJS Purwadarminta, kecurangan berarti tidak jujur, tidak lurus hati, tidak adil dan keculasan (Karni, 2000:49). Didalam buku Black’s Law Dictionary yang dikutip oleh Tunggal (2001:2) dijelaskan satu definisi hukum dari kecurangan, yaitu berbagai macam alat yang dengan lihai dipakai dan dipergunakan oleh seseorang untuk mendapatkan keuntungan terhadap orang lain, dengan cara bujukan palsu atau dengan menutupi kebenaran, dan meliputi semua cara-cara mendadak, tipu daya (trick), kelicikan (cunning), mengelabui (dissembling), dan setiap cara tidak jujur, sehingga pihak orang lain bisa ditipu, dicurangi atau ditipu (cheated).

Unsur – Unsur Kecurangan
Kecurangan biasanya mencangkup tiga langkah, yaitu :
a. Tindakan ( the act )
b. Penyembunyian ( the concealment )
c. Korwers ( the conversion)
Tindakan Kecurangan biasanya adalah pencurian ( theft ). Contohnya pencurian dana kas kecil merupakan tindakan, memalsukan saldo dalam akun kas merupakan penyembunyian, korversi terjadi apabila pelaku mendepositokan dana tersebut kedalam rekeningnya, atau melakukan pembelian uang kejahatannya.

Tipe-Tipe Kecurangan
Pada dasarnya terdapat dua tipe kecurangan, yaitu eksternal dan internal. Kecurangan ekstrenal (eksternal fraud) adalah kecurangan yang dilakukan oleh pihak luar terhadap entitas. Misalnya, kecurangan eksternal mencakup : kecurangan yang dilakukan pelanggan terhadap usaha, wajib pajak terhadap pemerintah, atau pemegang polis terhadap perusahaan asuransi. Tipe kecurangan internal (internal fraud). Kecurangan internal adalah tindakan tidak legal dari karyawan, manajer, dan eksekutif terhadap perusahaan.

http://hanggoroeko.blogspot.com

Pemulihan Nama Baik

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menjaga dengan hati-hati agar namanya tetap baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bgai orang/tetangga disekitamya adalah suatu kebanggaan batin yang tak Ternilai harganya.
Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan ltu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatan-perbuatan yang dihalalkan agama dan lain sebagainya.

Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai
dengan kodrat manusia, yaitu :
a) manusia menurut sifat dasamya adalah mahluk moral
b) ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi manusia untuk mewujudkan dirinya sendiri scbagai pelaku moral tersebut.

http://tifany-tifa.blogspot.com

Pengertian Pembalasan

Pembalasan

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial.
Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.


sumber:
massofa.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar